Ramai memilih mereka yang sekufu ketika mencari calon pilihan hati. Ada mahukan pasangannya keluar dari universiti, ada pekerjaan tetap, kewangan stabil dan lain lagi.
Korang bagaimana terutama orang bujang dalam memilih calon isteri?

Beranikah korang yang mungkin kerja biasa-biasa melamar seorang gadis yang pangkatnya lebih besar dari korang? Lebih bekerjaya seperti doktor, jurutera, juruterbang, pengurus besar dan lain-lain pekerjaan dan masa yang sama, korang hanyalah ada SPM dan tidak berjawatan besar.

Ada berani meminang gadis begini?

Sebelum korang timbang-timbangkan “keberanian” melamar anak dara orang dengan perbezaan jauh terutama dari segi pangkat, gaji dan sekufu atau tidak, di negara seberang viral tentang keberanian seorang prebet berpangkat rendah melamar gadis cantik yang menjadi juruterbang yang juga rakan sekerjanya tapi berlainan bidang. Ramai bertanya bagaimana gadis ini boleh menerima lelaki ini sebagai calon suaminya sedangkan perbezaan mereka antara langit dan bumi terutama bab gaji dan jawatan disandang.

Seorang askar, Januardy Ferdiansyah di Tentera Nasional Indonesia dengan pangkat Partu (pangkat bawahan a.k.a disebut Prebet di sini) menjadi sebutan ramai kerana berani melamar Elesta Apriana seorang juruterbang tentera yang terkenal dengan kecantikannya.

Ramai menganggap tindakanya sangat berani kerana mereka berbeza pangkat dan gaji.

Kisah pasangan ini menjadi viral selepas di saluran you tube TNI AD muat turun kisah pasangan ini. Bertugas di Yonif Para Raider 305 di Karawang, rupanya Prebet Januardy mempunyai cara unik melamar Elesta yang kini sudah menjadi isterinya dan mereka baru saja menimang cahayamata baru ini.

IKLAN




Kenal sejak sekolah lagi

Walau jauh berbeza pangkat umpama langit dan bumi, kata Januardy dia mengenali isterinya sejak dari bangku sekolah menengah lagi.

Pertemuan keduanya amat singkat di Palembang dan mereka tidak lagi berhubung selepas itu sebelum media sosial menemukan keduanya kembali.

Pada 2017, Januardy memberanikan diri untuk mendekati Elesta. Dia meminta nombor telefon pilot berkenaan untuk kekal berhubung.

IKLAN

Satu pertanyaannya membuatkan Elesta berfikir.

“Saya gaji sekian sekian. Saya ingin menikahi kamu,” tutur Elesta dalam Youtube berkenaan.

Saat mendengar lamaran Januardy, Elesta sama sekali tidak tertarik dengan gaji atau pangkatnya tetapi dia melihat kepada kesungguhan lelaki berkenaan melamarnya dengan penuh berani walau tahu perbezaan mereka.

Yess!! Perempuan sukakan lelaki yang berani dan penuh keyakinan.

IKLAN

Yakin jodoh itu urusan Allah taala, Elesta menyerahkan hubungan itu kepada keadaan. Pada February 2018 keduanya mengikat tali pertunangan. April itu keduanya bernikah.

Sikap ambil berat suaminya membuatkan Elesta jatuh cinta. Suaminya juga sering mengajarnya sebuah kehidupan yang sederhana malah dia sangat bahagia memilih suaminya dan langsung tidak memandang pangkat dan gaji.

Seperti kata Elesta, pangkat tidak menjadikan kedudukan kita tinggi kerana DARJAT manusia itu sama.

Pangkat juga tidak mengajar kita untuk MERENDAHKAN MARTABAT seseorang,” tulis Elesta.

Bacalah di instagram Elesta Apriliana yang mungkin membuka mata korang tentang bab jodoh. Ya semua orang cari yang sekufu tapi paling penting korang rasa disayangi bile bila bersama seseorang yang cukup sayangkan korang.

Bukan "tidak melihat pangkat" . Pangkat memang berbeda-beda. Namun, derajat setiap manusia itu sama . Pangkat tidak bisa menjadi patokan Tinggi rendahnya martabat seseorang. Bukan juga "tidak memilih-milih" atau "tidak ada pilihan lain". Untuk menemukan pasangan yang harapan kedepannya bisa sehidup semati, juga melewati yg namanya "proses" . Di dalam proses-nya juga banyak yang di pertimbangkan. Yaa kalau di jabarkan , terlalu panjang . Pertanyaan "Kenapa sih kok mau sama bla-bla-bla..?" , saya rasa itu bukan pertanyaan yang pantas untuk di lontarkan dr mulut atau ketikan jari manusia ,YANG MERASA MANUSIA. Bicara soal kehidupan dr sisi memilih pasangan yg selalu jd pertanyaan. Saya pernah lihat , ada beberapa orang yang cukup selektif dalam mencari pasangan, dengan kriteria-kriteria tertentu, "harus punya ini..harus punya itu, materinya harus memadai" ,tapi maaf. pernikahan mereka endingnya diluar perkiraan . Itu salah satu alasan kenapa "Materi" saya letakan di persyaratan paling akhir. Saya juga manusia biasa kok. Saya juga meletakan "MATERI" di dalam kriteria menentukan pasangan hidup, walaupun saya letakan di urutan paling akhir. Kenapa terakhir? Karena materi tidak bisa membeli kebahagiaan yang abadi .tidak bisa membeli umur. Materi bisa untuk membeli jasa dokter,jasa rumah sakit, obat untuk penyembuhan kesehatan . Tapi materi tidak bisa membeli kesehatan . Materi juga tidak bisa memutar waktu saya kembali. Saya pernah melihat beberapa orang yang sukses dalam hidupnya . Bergelimang duniawi. Harta,Tahta. Orang-orang itu punya apapun. Tapi saat mereka menghembuskan nafas terakhir, dan saat mereka harus masuk kembali ke asalnya di tanah, Harta-Tahta yang dia punya ,tidak terbawa. Mereka kembali hanya dengan kain putih yang menutup badannya. Dari hal-hal seperti itu, akhirnya dl saya mencoba belajar memaknai hidup yang saya punya. Kalau cara orang lain berbeda , itu hak masing-masing. Saya tidak mau perbedaan saya dan kalian dalam memandang hidup seperti ini jadi perdebatan dan pertanyaan lagi kedepannya . • • • BELAJAR MENGHARGAI PERBEDAAN PERSEPSI DALAM HIDUP DENGAN BERHENTI BERTANYA "KENAPA?"

A post shared by Elesta Apriliana (@elestaapriliana) on Feb 28, 2020 at 6:00am PST